Postingan

Materi PAI SMA Kelas 10: Kontrol Diri, Prasangka Baik, dan Persaudaraan

Gambar
a.        Kompetensi Dasar                                     : KD 1.1 Terbiasa membaca A-Qur'an dengan meyakini bahwa kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah) adalah perintah agama. KD 2.1 Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah) sebagai implementasi perintah Q.S. Al-hujurat/49 : 10 dan 12. KD 3.1 Menganalisis Q.S. Al-Hujurat/49: 10 dan 12; serta hadis tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah).   b.       Indikator   Pencapaian Kompetensi           : ...

Sebuah Jurnal

Gambar
#PERTAMA Rembulan merintih malam-malam. Mencari jati diri sedang ia tengah menunggu. Di puncak sana aku berdiri. Memandang abu-abu dalam putihnya. Mendengar kegelisahan di hatinya. Cahayanya padam. Surut tenang perlahan-lahan. Aku mengerti. Perasaannya dilanda kemarahan. Kemarahan untuk dirinya yang bodoh. Bodoh untuk diam, dusta, pura-pura, kecewa. Dia baik di balik tangannya. Dia peduli dibalik diamnya. Masih diriku berhutang. Tak sempat kuucap terima kasih atas kebaikannya. Kamu adalah rembulan itu. Sementara, akulah debu-debumu, yang tak punya rupa untuk menatapmu sekali saja.  Maaf telah merepotkanmu. Telah kamu luangkan waktumu untuk mengembalikan yang menjadi milikku. Sayang, tak sempat kuucap terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam. Tak kusangka kamu mengenalku. Kamu tahu diriku meski hanya setitik noktah. Andaikan kamu tahu, aku ingin bisa mengenalmu tanpa sembunyi-sembunyi.

Cerpen

Gambar
Selendang Mayang Tahun Pertama Barangkali benar, Mayang bukanlah gadis kecil pada umumnya. Wajahnya ayu putih bersih, langkahnya lemah gemulai, tubuhnya tak gemuk juga tak kurus. Anak itu tak ubahnya seperti Dewi Candra Kirana dalam kisah-kisah legenda. Di pipinya terdapat lesung pipit. Saat tersenyum, ia akan nampak sangat manis. Sorot matanya bak purnama di malam hari. Sayangnya, rambut yang dimilikinya tak bisa terurai sempurna. Antara helai satu dengan lainnya saling menyatu. Konon, rambut itu akan kembali normal setelah diruwat. Namun, hal itu tak terjadi pada Mayang. Rambut gimbalnya kembali tumbuh. Sejak saat itu, ia dikucilkan. Mayang yang hidup sebatang kara, tanpa bapak tanpa biyung, menutup diri dari masyarakat. Ia tak pernah lagi bermain, bahkan tertawa. Kini, ia adalah gadis kecil yang pendiam dan pemurung. Mayang yang seorang diri itu diangkat cucu oleh Ki Bremana, sesepuh Desa Giyanti. Ki Bremana juga tak punya siapa-siapa. Ia melajang hingga usian...